rss_feed

Desa Topanda

Jln Poros Talle-Talle Dusun Topanda
Kecamatan Rilau Ale Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
Kode Pos 92553

call 082399271270| mail_outline hasdir.topanda@desa.mail.go.id

Selamat datang di website sistem informasi desa (SID) Desa Topanda Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan
fingerprint
SDGs Desa Nomor 1: Desa Tanpa Kemiskinan

date_range 01 Jan 2021 11:43:12 favorite 83 Kali

SDGs Desa merupakan role pembangunan berkelanjutan yang akan masuk dalam program prioritas penggunaan Dana Desa Tahun,salah satunya adalah Desa Tanpa Kemiskinan

Tujuan ini menargetkan pada tahun 2030 kemiskinan di desa mencapai 0 persen. Artinya, pada tahun 2030, tidak boleh ada penduduk miskin di desa. Untuk mencapai target tersebut, tentu banyak kebijakan yang harus diambil dan dilaksanakan bersama-sama, dalam rangka pencapaian tujuan Desa tanpa kemiskinan, baik oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah maupun pemerintah desa, seperti, meningkatkan pendapatan penduduk miskin, menjamin akses terhadap pelayanan dasar serta melindungi seluruh masyarakat dari segala bentuk bencana.

Saat ini, kemiskinan masih menjadi problem semua negara di dunia. Karena itulah, agenda utama SDGs adalah menghapuskan kemiskinan di dunia pada tahun 2030. Dalam Outcome Document Transforming Our World: The 2030 Agenda For Sustainable Development, disebutkan tujuan utama pembangunan adalah mengakhiri kemiskinan dalam segala bentuk dimanapun (end poverty in all its forms everywhere). 

Dalam RPJPN 2005-2025, masalah kemiskinan dilihat dalam kerangka multidimensi, karenanya kemiskinan bukan hanya terkait ukuran pendapatan, melainkan menyangkut beberapa hal, antara lain: (i) kerentanan dan kerawanan orang atau masyarakat untuk menjadi miskin; (ii) menyangkut ada/tidak adanya pemenuhan hak dasar warga dan ada/tidak adanya perbedaan perlakuan seseorang atau kelompok masyarakat dalam menjalani kehidupan secara bermartabat.

Untuk mengukur kemiskinan, Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan, yang diukur dari sisi pengeluaran. Jadi, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita perbulan dibawah garis kemiskinan.

Jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2020 mencapai 26,42 juta orang. Dibandingkan dengan Maret 2019, jumlah penduduk miskin Indonesia meningkat sebanyak 1,28 juta orang. Persentase penduduk miskin pada Maret 2020 tercatat sebesar 9,78 persen, meningkat 0,37 persen dari Maret 2019. Sedangkan berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase tingkat kemiskinan di desa pada Maret 2020 sebesar 12,82 persen, turun 0,03 persen dari bulan Maret 2019 yang mencapai 12,85 persen, sedangkan tingkat kemiskinan di wilayah kota malah naik 0,69 persen, dari 6,69 persen menjadi 7,38 persen.

Tabel 1. Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin menurut Daerah, Maret 2019–Maret 2020

Daerah/Tahun

Jumlah Penduduk Miskin (juta orang)

Persentase Penduduk Miskin

Perkotaan

 

 

Maret 2019

9,99

6,69

Maret 2020

11,16

7,38

Perdesaan

 

 

Maret 2019

15,15

12,85

Maret 2020

15,26

12,82

Total

 

 

Maret 2019

25,14

9,41

Maret 2020

26,42

9,78

Sumber: BPS, 2020

Disagregasi menurut daerah tempat tinggal menunjukkan bahwa penduduk perkotaan juga memiliki rata-rata pengeluaran per kapita sebulan yang lebih besar dibandingkan penduduk di perdesaan. Akan tetapi, pangsa pengeluaran pangannya lebih kecil. Rata-rata setiap penduduk di perdesaan menghabiskan 913.649 rupiah dalam sebulan untuk memenuhi kebutuhan, yaitu makanan (Rp 508.685) dan bukan makanan (Rp 404.964). Dari jumlah tersebut, lebih dari separuhnya digunakan membeli komoditas makanan. Di sisi lain, penduduk perkotaan menghabiskan lebih dari satu juta rupiah setiap bulannya (Rp 1.436.282 /kapita/bulan). Dari jumlah tersebut, hanya 45,97 persen yang digunakan untuk membeli komoditas makanan.

Tabel 2. Pangsa Pengeluaran Pangan menurut Daerah Tempat Tinggal, September 2019

Kota dan Desa

49,21

Desa

55,68

Kota

45,97

Sumber: BPS, 2019

Dalam rangka mencapai target 0 persen kemiskinan di desa pada tahun 2030, ada beberapa sasaran yang harus dicapai di desa. Diantaranya, sebanyak 100 persen masyarakat desa memiliki kartu jaminan kesehatan; penyandang difabilitas miskin dan perempuan kepala keluarga (PEKKA) 100 persen menerima bantuan pemenuhan kebutuhan dasar; cakupan layanan kesehatan, persalinan dan imunisasi, pemakaian kontrasepsi, akses air minum dan sanitasi baik 40 persen penduduk berpenghasilan terendah; akses dan layanan pendidikan; hunian yang layak untuk penduduk berpendapatan rendah; serta terpenuhinya kebutuhan dasar lainnya.

Sumber : Kemendesa.Go.Id

business
Kirim Komentar

Untuk artikel ini

person
stay_current_portrait
mail
chat

  [Ganti]  

account_circle Aparatur Desa

share Sinergi Program

folder Arsip Artikel


insert_photo Galeri Foto

assessment Statistik Desa

message Komentar Terkini

  • person Waris

    date_range 21 Januari 2021 13:05:21

    Lebih informatif dan edukatif, saya setuju itu. s...baca selengkapnya
  • person Darwis K

    date_range 03 Maret 2021 14:08:20

    Sukses selalu buat Pemdes Topanda menuju desa digi...baca selengkapnya
  • person Andi Baso

    date_range 21 Januari 2021 13:05:21

    Kegiatan rohani dengan melibatkan perempuan tentun...baca selengkapnya
  • person Bakri

    date_range 21 Januari 2021 13:05:21

    Selamat atas keberhasilan Desa Topanda menerbitkan...baca selengkapnya

map Wilayah Desa

Alamat : Jln Poros Talle-Talle Dusun Topanda
Desa : Topanda
Kecamatan : Rilau Ale
Kabupaten : Bulukumba
Kodepos : 92553
Telepon : 082399271270
Email : hasdir.topanda@desa.mail.go.id
  • Andi Jemma

    Kepala Desa

  • Jusman

    Sekretaris Desa

  • Muh Sabir

    Kaur Pemerintahan

  • Hasdir

    Kaur Umum

  • Mahrul

    Kaur Keuangan

  • Andi Tawakkal

    Kaur Pembangunan

  • Mahrup

    Kaur Keamanan dan Ketertiban

settings Pengaturan Layar